Blog

4 Dampak Nagatif dan Faktor Prokrastinasi Akademik. Avoid Procrastination

pedro-da-silva-unEmGQqdO7Q-unsplash (1)
Edukasi

4 Dampak Nagatif dan Faktor Prokrastinasi Akademik. Avoid Procrastination

Apa sih yang para pembaca pikirkan jika mendengar kata menunda? Mungkin banyak jawaban yang muncul dari para pembaca setelah membaca pertanyaan tersebut. Fenomena menunda ini juga sering pembaca jumpai di dunia pendidikan.

Pembaca harus mengetahui bahwa prokrastinasi di dunia pendidikan yang dilakukan oleh siswa atau mahasiswa disebut dengan prokrastinasi akademik. Kata menunda disebut juga dengan prokrastinasi, yang yaitu kata procrastinate yang merupakan bahasa latin. Pro yang berarti ke depan dan cartinus merupakan besok. Prokrastinasi dapat disimpulkan menunda pekerjaan sampai hari besok atau berikutnya. Prokrastinasi akademik merupakan suatu tindakan atau aktivitas menunda pekerjaan akademik.

Ada 3 karakteristik suatu perilaku dapat dikatakan sebagai prokrastinasi menurut Schraw, Pinard, Wadkins, dan Olafson, yaitu: harus kontraproduktif, kurang perlu, dan menunda-nunda (id.wikipedia.org). Contoh yang paling familiar dengan prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh pelajar adalah “tugas untuk besok saya kerjakan nanti malam aja deh, siang ini saya pergi nonton film dulu”. Ini bukanlah kalimat yang asing untuk para pembaca.

Perilaku prokrastinasi tidak hanya memberikan dampak negatif, tetapi juga memberikan dampak positif. Pada artikel ini kita akan fokus untuk membahas dampak negatif prokrastinasi, karena ini menjadi pembahasan yang umum terjadi pada lingkungan sekitar.

Bagaimana prokrastinasi akademik bisa terjadi?

Menunda melakukan dan menyelesaikan pekerjaan merupakan fenomena yang umum terjadi di berbagai keadaan dan berbagai kalangan. Tidak mengenal anak-anak, remaja, desawa, bahkan lansia. Ada beberapa alasan yang menyebabkan pelajar melakukan prokrastinasi akademik, seperti tidak menyukai pelajaran lebih mementingkan kegiatan yang menyenangkan, atau banyaknya kegiatan yang dilakukan. Tidak jarang juga yang mengetakan dengan alasa malas.

Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik:

Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik diambil berdasarkan pendapat beberapa ahli. Tujuannya agar pembaca memiliki banyak pengetahuan dari berbagai perspektif.

Pendapat Ferrari (Ghufron, 2003)

a.       Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu. Faktor ini dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu kondisi fisik dan psikologis individu.

1)      Kondisi fisik individu

Kondisi fisik individu merupakan kondisi tubuh atau jasmani seseorang yang dapat dilihat kesehatannya. Saat keadaan kurang sehat atau kurang gizi, daya tangkap dan kemampuan belajar seseorang akan menurun, berbeda dengan orang yang sehat. Ini dapat berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik.

Misal: ketika mendapat tugas, individu yang kurang sehat cenderung tidak dapat menyelesaikan tugas dengan maksimal, sehingga tugasnya tidak dapat selesai tepat waktu.

2)      Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis merupakan suatu kondisi jiwa atau mental seseorang, baik secara emosional, perasaan, sikap atau hal lain yang bersangkutan dengan psikologisnya. Psikologis seseorang dapat mempengaruhi motivasi belajar. Rendah tingginya motivasi yang dimiliki oleh seseorang juga akan mempengaruhi terbentuknya perilaku penundaan. Kondisi psikologis juga berkaitan dengan kondisi fisik.

b.      Faktor eksternal merupakan faktor dari luar diri individu. Faktor-faktor tersebut terdiri dari :

1)      Gaya pengasuhan orang tua

Pengasuhan yang diberikan orang tua akan mempengaruhi bagaimana anak akan bertindak, karena anak cenderung meniru perilaku dari orangtua. Seperti yang para pembaca ketahui orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar. Orang tua yang menerapkan gaya pengasuhan otoriter (menuntut) akan membuat anak berperilaku prokrastinasi, sebab anak tidak memiliki kesempatan dan kebebasan dalam berekspresi. Anak hanya memenuhi tuntutan dari orang tuanya.

2)      Kondisi lingkungan

Individu akan bermasalah jika berada pada lingkungan yang tidak tepat. Seseorang cenderung akan rajin mengerjakan tugas jika ada yang mengawasi dirinya. Sebaliknya ketika tidak ada yang mengawasi, membuat perasaan lebih bebas untuk mengerjakan tugas sekarang atau nanti. Selain itu ada faktor teman bergaul, masyarakat lingkungan sekitar dan aktivitas lainnya juga dapat mempengaruhi prokrastinasi akademik.

Misal: Ketika  seseorang terlalu banyak melakukan aktivitas di luar rumah dan di luar kampus, sementara dirinya kurang bisa membagi waktu belajar, maka aktivitas tersebut akan mengganggu kegiatan belajarnya.

Menurut Solomon & Rothblum (1984)

Faktor-faktor penyebab prokrastinasi sebagai berikut ini:

  1. Perasaan takut gagal (Fear of failure)

Perasaan gelisah atas penilaian atau kritikan orang lain dialami oleh orang yang melakukan prokrastinasi. Rasa takut tersebut timbul karena mereka terlalu khawatir apabila gagal mengerjakan tugas dengan baik. Kekhawatiran yang berlebih dapat menyebabkan rasa kurang percaya terhadap kemampuan diri. Standar tinggi yang ditetapkan dari Universitas dapat juga menyebabkan mahasiswa menjadi semakin takut apabila tidak mencapai standar tersebut.

  • Cemas (Anxiety)

Rasa cemas disebabkan oleh rasa khawatir atau takut yang berlebihan yang muncul dari pemikiran irasional atau dari rasa trauma. Kecamasan menyebabkan seseorang menjadi tidak fokus dalam mengerjakan tugasnya. Kecemasan muncul karena respon pada situasi yang terlihat tidak menakutkan atau hasil rekaan pikiran sendiri.

  • Memiliki standar yang terlalu tinggi (Perfectionism)

Seseorang yang perfeksionis akan membuat standar tujuannya terlampau tinggi dan mempunyai ambisi terlalu tinggi. Pemikiran yang tidak realistis dapat mengganggu secara tidak langsung seseorang yang perfeksionis. Mereka akan menggunakan waktu yang banyak untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga mengulur-ngukur waktu

  • Kurang percaya diri (Low Self-Confidence)

Kurang percaya diri pada seseorang berarti tidak sepenuhnya yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya. Pikiran-pikiran yang tidak rasional dapat mempengaruhi kurangnya kepercayaan diri. Ketika seseorang berpikir tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dia berjalan ditempat, Waktu akan terus berjalan dengan percuma.

  • Menganggap tugas adalah suatu hal yang tidak menyenangkan (Perceived Aversiveness of the Task)

Menganggap tugas sebagai hal yang tidak menyenangkan adalah hasil pemikiran yang tidak rasional. Berpikir negatif seperti itu membuat mahasiswa tidak bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas (malas). Mahasiswa cenderung menyepelekan dan menunda-nunda tugas yang harus segera diselesaikan.

Dampak Nagatif Prokrastinasi Akademik:

Menunda menyelesaikan tugas tentu memiliki dampak yang negatif bagi pelakuknya, dan ini memberikan kerugian yang cukup berdampak pada produktivitas serta kesuksesan seseorang. Ada 4 dampak prokrastinasi yang perlu para pembaca ketahui.

Nilai Tidak Sesuai Standar

Perolehan nilai akademik meripakan dampak prokrastinasi yang dapat menghambat cita-cita mahasiswa
Perolehan nilai akademik merupakan dampak prokrastinasi yang dapat menghambat cita-cita mahasiswa, salah satunya mendapat IPK terbaik

Disekolah setiap pelajaran memiliki standar nilai masing-masing yang telah ditentukan. Sama halnya dengan dikampus, standar nilai juga telah ditentukan oleh akademik sebagai standar kelulusan mata kuliah seorang mahasiswa. Ini akan berpengaruh pada prestasi akademik yang diraih oleh siswa maupun mahasiswa.

Stres

Mahasisiwa mengalami kesulitan saat menyelesaikan tugas

Dampak prokrastinasi juga berpengaruh terhadap psikologis manusia. Pelaku prokrastinasi bisa mengalami stres akibat apa yang diinginkan tidak tercapai atau mendapat desakan dari pihak tertentu seperti teman tugas kelompok atau dosen. Salah satu contonya adalah mengerjakan tugas yang sulit ketika mendekati waktu pengumpulan dan didesak oleh teman kelompok. Hal ini membuat kondisi pelaku tidak bisa berpikir jernih dan akan merasakan banyak tekanan. Sehingga dampak prokrastinasi yang akan dirasakan adalah stres.

Produktivitas Menurun

Seorang yang memiliki tingkat produktivitas tinggi mampu menghindar dari perilaku negatif

Kebiasaan menunda meneyelesaikan pekerjaan atau tugas akan menurunkan tingkat produktivitas seseorang. Banyak waktu yang digunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak penting atau terbuang sia-sia. Mengunakan waktu yang sangat banyak untuk menghibur diri atau menghilanhkan penat. Seacar tidak langsung citra positif diri yang dimiliki akan hilang

Melanggar Hukum

Pelanggaran hukum bukan hanya dalam UU, tetapi juga norma agama dan norma kesopanan

Dampak prokrastinasi yang secara tidak sadar bagi para pelajar atau pelaku yang sering melakukan prokrastinasi akan berakhir dengan perilaku melanggar hukum. Contonya adalah perilaku mencontek, penipuan, dan plagiatrisme. Mereka akan mengambil jalan pintas ini sebagai alternatif, padahal ini adalah perilaku yang tidak baik. Perilaku-perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dan melekat pada diri individu serta dianggap remeh. Pelaku juga akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang sekitarnya

Jangan menjadikan perilaku yang buruk menjadi kebiasaan kerena secara tidak langsung itu akan menjadi label negatif terhadap diri Anda. Bagi para prokrastinator memberi label negatif pada dirinya.

Baca juga: Super Simple, 5 Tips Meningkatkan Motivasi Belajar Bagi Mahasiswa

Comments (2)

  1. […] Baca juga: 4 Dampak Nagatif dan Faktor Prokrastinasi Akademik. Avoid Procrastination […]

  2. […] Baca juga: 4 Dampak Nagatif dan Faktor Prokrastinasi Akademik. Avoid Procrastination […]

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping