Blog

Validate ! Inilah Edukasi dan Promosi Kesehatan di Masa Pandemic Covid-19

Covid-19
Kesehatan

Validate ! Inilah Edukasi dan Promosi Kesehatan di Masa Pandemic Covid-19

Edukasi dan promosi kesehatan di masa sekarang menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan dalam memberikan informasi kesehatan yang akurat bagi masyarakat luas, terutama mengenai pencegahan dan penanganan Covid-19. Berbagai protokol kesehatan juga sudah diterapkan oleh pemerintah sebagai suatu usaha untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dimana mencakup 5M, yaitu seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi kegiatan di luar rumah dan menjauhi keramaian. Selain itu, untuk menegaskan upaya ini, pemerintah juga membuat peraturan baru yang terkait dengan masa pandemi seperti salah satunya pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar yang di tetapkan pada 31 Maret 2020.

Berbagai usaha untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19 sudah dilakukan di berbagai sektor. Mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Namun dari segala upaya diatas, penyebaran Covid-19 masih terus terjadi bahkan terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan di pertengahan tahun 2021 lalu. Dengan ini perlunya edukasi dan promosi kesehatan yang lebih rinci kepada masyarakat luas, salah satunya masyarakat di daerah yang sulit dijangkau. Edukasi dan promosi kesehatan ini diharapkan dapat membuat masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga diri dan lingkungan sekitar terhadap virus yang sedang melanda, selain itu diharapkan masyarakat dapat lebih memahami langkah apa yang sebaiknya di ambil untuk mencegah adanya virus Covid-19 ini.

Baca juga : Easy ! 4 Tips hidup sehat dengan motivasi diri berolahraga di tengah pandemi

Edukasi

Edukasi
Edukasi di masa pandemi

Edukasi disini artinya memberikan pemahaman atau penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan seputar Covid-19. Disini penulis akan memberikan informasi seputar masa pandemi saat ini khususnya kepada pasien Covid-19. Dilansir dari Alomedika, Edukasi kepada pasien Covid-19 seperti berikut :

Pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif dan yang suspek harus ditangani dengan pedoman 3T, ialah testing, tracing, dan treatment.

1. Testing

Untuk kasus suspek, metode kontak erat, petugas kesehatan dan orang yang berada di fasilitas yang tertutup, metode Nucleic Acid Amplification Testing (NAAT) dan Real-time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) lebih diutamakan untuk pemeriksaan Covid-19. Fasilitas yang tertutup tersebut contohnya tempat-tempat yang memiliki resiko penularan tinggi, seperti asrama, panti jompo, penjara dan tempat pengungsian.

2. Tracing

Di Indonesia, yang memiliki tanggung jawab melakukan pelacakan (tracing) terhadap kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 ialah puskesma dan instansi yang sejajarnya. Dalam melaksanakan tracing, puskesmas dan instansi yang berkaitan dapat melibatkan tracer dari tenaga kesehatan maupun non kesehatan, seperti kader, TNI, POLRI, atau komponen masyarakat lainnya yang dilatih oleh puskesmas maupun instansi sejajarnya.

3. Treatment

Penanganan pada pasien Covid-19 tergantung pada gejalanya, yaitu tanpa gejala, ringan, berat dan kritis. Prognosis penyakit dipengaruhi oleh ketepatan dan kecepatan pengobatan pasien. Penanganan dan pengobatan pasien disini contohnya seperti tindakan isolasi ataupun karantina.

Pasien harus diberi edukasi tentang pentingnya isolasi dan karantina. Puskesmas atau instansi lainnya yang merawat pasien memiliki kewenangan untuk mengeluarkan pernyataan yang mewajibkan seseorang untuk memulai atau telah menyelesaikan isolasi atau karantina dan menyatakan seseorang dapat absen dari pekerjaannya atau sudah bisa kembali bekerja.

Promosi kesehatan

Promosi kesehatan
Promosi Kesehatan di masa pandemi

Kegiatan promosi kesehatan ini selain meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai virus Covid-19, masyarakat juga dapat berpartisipasi secara aktif untuk menyediakan sarana dan prasaran dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Metode untuk promosi kesehatan ini bisa berupa sosialisasi dan diskusi. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk memberikan himbauan kepada masyarakat luas untuk melakukakan upaya untuk pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 ini, diantaranya seperti :

1. Penerapan 5M

Kegiatan promosi kesehatan disini, pihak-pihak yang memberikan himbauan dapat dari mana saja. Bahkan dari masyarakat sendiri juga dapat memberikan himbauan kepada orang lain agar semakin banyak pula yang sadar akan pentingnya upaya dalam mengendalikan penyebaran virus Covid-19.

Salah satu kegiatannya adalah dengan memberikan himbauan untuk menerapkan 5M yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi kegiatan di luar rumah dan menjauhi keramaian.

  • Memakai masker yang sesuai dengan standar yang telah di tetapkan, yaitu masker dengan kain 3 lapis atau menggunakan masker bedah untuk pasien yang sedang sakit maupun untuk tenaga kerja yang sedang memeriksa pasien.
  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, jika terpaksa tidak menemukan air yang mengalir maka menggunakan hand sanitizer yang mengandung alcohol minimum 60%. Sebelum menyentuh wajah, terutama mata, hidung dan mulut diharapkan mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Menjaga jarak atau physical distancing minimal berjarak 1,5 meter. Di lingkungan public yang terdapat tempat duduk, di tetapkan untuk memberi jarak satu bangku antar orang.
  • Mengurangi aktivitas di luar rumah, serta membatasi perjalanan, kecuali jika ada kepentingan di luar yang mendesak.
  • Menjauhi kerumunan, terutama jika ada orang yang sedang batuk atau bersin. Menerapkan etika batuk dan bersin juga penting di masa pandemi seperti sekarang, dengan menutup hidung dan mulut menggunakan lengan siku atau tisu, lalu membuang tisu tersebut ke tempat sampah.

2. Vaksinasi Covid-19

Semenjak vaksin Covid-19 berhasil di kembangkan, vaksin menjadi salah satu upaya untuk pengendalian penyebaran Covid-19 dengan membentuk kekebalan tubuh (herd immunity). Saat ini, vaksin Covid-19 telah berhasil di sebarluaskan dan sedang gencar – gencarnya di promosikan oleh pemerintah mulai dari media sosial, sosialisasi dengan masyarakat langsung maupun melalui iklan layanan masyarakat.

Program vaksin ini menjadi salah satu kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah maupun tenaga kesehatan kepada masyarakat luas. program vaksin ini awalnya dilakukan kepada tenaga kesehatan, petugas publik dan pariwisata, aparat Negara, guru ataupun pengajar. Pada bulan Juli 2021, vaksin sudah di rekomendasikan kepada populasi anak dan remaja dari usia 12-17 tahun oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Demikian edukasi dan promosi kesehatan pada masa pandemic saat ini. Sejatinya, masa pandemic saat ini dapat berakhir di kemudian hari apabila kita semua taat akan semua protokol kesehatan yang di terapkan, serta memilik pemahaman bagaimana kita harus bersikap di tengah situasi seperti sekarang seperti tidak merugikan oranglain dengan tidak taat prokes atau dapat menjaga diri sendiri dengan gaya hidup yang sehat.  

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping