Blog

5 Most Important Soft Skill dan Hard skill yang perlu Kalian kuasai untuk Masa Depan

soft skill
Pengembangan diri

5 Most Important Soft Skill dan Hard skill yang perlu Kalian kuasai untuk Masa Depan

Sebelumnya apakah kalian tahu apa itu soft skill dan hard skill? Soft skill adalah skill komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja. Sedangkan Hard Skill merupakan keahlian utama yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan dari segi kemampuan spesifik.

Biasanya, perusahaan mencantumkan persyaratan hard skill pada iklan lowongan kerja. Dengan memiliki hard skill yang sesuai permintaan perusahaan, kalian bisa mengerjakan tugas di kantor dengan baik.

Untuk menghadapi masa depan, kalian perlu banyak persiapan. Tidak cuma akademik, tapi juga hard dan soft skill. Selama sekolah, kalian pasti sudah belajar banyak hal akademik dan nonakademik (olahraga, musik, seni) dan lainnya.

Meskipun banyak hal yang telah dipelajari, ternyata, belajar di sekolah saja tidak bisa mencakup semua hal yang seseorang butuhkan untuk masa depan.  Ada hal hal di luar sekolah yang ternyata penting untuk kita pelajari. seperti skill dan lain hal semacamnya.

Nah, Eny Kusrini kali ini akan membahas beberapa skill yang penting untuk masa depan, tetapi tidak pernah diajarin di sekolah. Apa saja itu? Yuk, simak kelanjutannya dibawah.

Soft Skill dan Hard Skill

1. Public Speaking dan Presentasi

soft skill
skill public speaking sangat diwajibkan untuk dikuasai

Skill yang pertama adalah kemampuan public speaking atau presentasi. Di antara kita, pasti masih ada yang suka grogi kalau disuruh presentasi atau ngomong di depan umum. Public speaking dan presentasi memang menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang. National Institute of Mental Health (NIMH), menjelaskan bahwa, ketakutan berbicara di depan umum adalah ketakutan yang sangat umum dan memengaruhi hingga 75% populasi.  Ketakutan ini didasari oleh penilaian atau evaluasi buruk dari orang lain.

Padahal, skill public speaking dan presentasi adalah kegiatan yang pasti kalian lakukan di masa depan. Seperti saat rapat di tempat kerja atau cari pinjaman modal usaha. Tidak bisa dipungkiri, memiliki skill public speaking dan presentasi akan bikin kalian lebih percaya diri, mudah menyampaikan ide & gagasan, bisa memimpin tim, dan menumbuhkan skill leadership.

Buat kalian yang masih takut public speaking atau presentasi, kalian bisa coba beberapa tips di bawah ini :

  • Mengenali Target Audience

Dalam sebuah public speaking dan presentasi, pasti ada target audiens. Nah, agar informasinya sampai tepat sasaran, kalian harus kenal siapa audiens kalian. Ketahui karakteristik audiens mulai dari demografi (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status ekonomi sosial), psikografi (minat, hobi, aktivitas), dan geografis (urban, sub-urban, dan rural).

Dengan mengenali target audiens, kalian jadi bisa menyusun informasi dengan topik yang relevan, serta menyesuaikan gaya komunikasi yang akan kalian gunakan. Maka dari itu skill ini sangat penting untuk kalian kuasai untuk masa depan kalian.

Misalnya, kalian diundang untuk jadi pembicara di acara orientasi mahasiswa baru dengan topik “Tips mudah beradaptasi sebagai mahasiswa baru”. Berarti target audiens kalian punya rentang usia 17-20 tahun, dan punya unsur geografi dan psikografi yang berbeda-beda. Cocok dengan cara penyampaian yang santai.

  • Menyusun Skrip

Setelah mengenal siapa audiens kalian, kalian bisa mulai menyusun skrip. Mulai dari pembukaan, poin-poin penting yang harus disampaikan, games, penutup, dan sesi tanya jawab. Kalian bisa bikin catatan kecil berisi ringkasan atau urutan hal yang akan kalian bicarakan. Biar pas ngomong di depan umum gak tiba-tiba nge-blank.

  • Latihan dan Rekam

Pernah dengar peribahasa “practice makes perfect”?

Ternyata itu adalah peribahasa kuno. Ada penelitian baru dari Rice University, Princeton University, dan Michigan State University tentang pernyataan ini. Hasilnya menjelaskan bahwa “praktik tidak akan membuat kalian jadi sempurna, tapi bisa membuatmu jadi lebih baik dalam hal yang sedang kalian praktikkan”.

Maka dari itu coba kalian latihan di depan cermin, bareng teman, atau bahkan sambil direkam. Setelahnya, coba lihat hasil rekaman atau minta feedback dari teman kalian apa saja yang perlu dievaluasi. Misalnya, masih terbata-bata atau tidak, sesuai durasi atau tidak, out of topic atau tidak, dan apakah kalian sudah benar-benar menguasai materi atau belum.

Lakukan latihan sampai hal-hal yang perlu dievaluasi jadi lebih sedikit atau tidak ada. 

  • Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh bisa memperkuat kata-kata atau gagasan yang kalian sampaikan dan merupakan representasi non-verbal mengenai perasaan kalian. Tapi, bahasa tubuh itu bukan asal gerakin tangan. Ini mencakup isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, postur, suara, dan pernapasan.

Misalnya, saat sedang bicara di depan umum, arahkan pandangan mata ke audiens, ini akan membuat audiens merasa terlibat. Pertahankan pandangan mata ketika menjawab pertanyaan audiens, ini bisa menunjukkan ketulusan dan kredibilitas kalian.

Selain itu, hindari mengusap-usap wajah atau menggaruk-garuk kepala. Ini menunjukkan bahwa kalian sedang merasa bingung dan kurang percaya diri.

2. Time Management

Pernah gak sih ngerasa susah ngatur waktu? Sehari punya 24 jam, tapi kok rasanya banyak kerjaan yang belum selesai. Pas banget untuk mengetahui skill kedua ini

Skill yang kedua adalah time management. Semakin lama waktu yang dihabiskan untuk bekerja, bukan berarti kalian semakin produktif dan bisa menyelesaikan banyak pekerjaan. Jadi, gak selamanya sibuk itu berarti produktif.

Kalian perlu tahu. Sibuk dan produktif adalah dua hal yang berbeda.

Kalau sibuk, biasanya seseorang akan menganggap bahwa semua pekerjaan punya prioritas yang sama. Akhirnya bingung mana yang harus dikerjakan duluan dan berakhir dengan mengerjakan beberapa hal secara bersamaan (multitasking). Mengerjakan banyak hal bersamaan akan membuat kalian tidak fokus dan hasil yang kurang maksimal.

Lain halnya kalau produktif, mereka tahu mana yang harus dikerjakan, dan mana yang tidak. Maka dari itu Eny Kusrini mengharuskan kalian untuk menguasai skill ini.

Karena dengan menguasai skill ini kalian menjadi tahu apa saja yang penting dan tidak penting untuk dikerjakan, produktif akan membuat kalian bekerja lebih teratur dan tidak overtime. Kalian tahu kapan harus bekerja, kapan harus istirahat, dan kapan harus melakukan aktivitas lainnya.

Kalau selama ini kalian sibuk, coba untuk jadi lebih produktif. Hilangkan to-do-list yang tidak perlu untuk dikerjakan, dan fokus pada hal-hal penting yang harus kalian selesaikan. Skill ini sangat penting bagi kalian kedepannya, kalau kalian mau belajar atur waktu, coba beberapa tips ini :

  • Buat to-do-list dan matriks Eisenhower

Biar nggak bingung besok harus ngapain, susun to-do-list di malam hari sebelum tidur. Tapi, pas to-do-list sudah dibuat, ternyata masih bingung mana dulu yang harus dikerjakan?

Kalian bisa coba menggunakan matriks Eisenhower untuk menentukan mana to-do-list yang sifatnya penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak, dan tidak penting-tidak mendesak. Dengan begini, kalian jadi tahu mana yang harus dikerjakan duluan, dan mana yang nggak perlu dikerjakan.

  • Atur Tenggat Waktu

Pas lagi kerja, biasanya ada saja hal-hal yang mendistraksi. Misalnya, media sosial, teman ngajak ngobrol, atau episode baru drakor yang kalian sedang tonton.

Kalau terdistraksi, akibatnya kerja jadi gak fokus dan menunda pekerjaan. Apalagi kalau deadlinenya masih lama. Jadi semakin menunda-nunda. Biar gak gitu, coba atur deadline untuk menyelesaikan tiap pekerjaan.

Misalnya, nih, kalian mulai kerja jam 9 pagi dan punya 3 pekerjaan yang harus selesai hari ini. Dari 8 jam kerja, bagi aja jadi 3 bagian. 2 jam untuk setiap pekerjaan. Jadi 6 jam untuk kerja, sisa 2 jam bisa untuk makan atau istirahat.

  • Jangan lupa istirahat

Kalau terlalu lama bekerja tanpa istirahat, kalian bisa kelelahan terus jadi hilang fokus. Meskipun pekerjaan yang harus diselesaikan banyak, kalian harus meluangkan waktu untuk istirahat agar pikiran dan badan menjadi kembali fresh.

Misalnya, setiap hari kalian bekerja di depan komputer, agar tidak terkena computer vision syndrome, kalian perlu istirahat setiap 20 menit sekali dengan memandang objek lain selain komputer atau handphone selama 20 detik.

  • Fokus pada ssatu hal

Seperti sibuk dan produktif sering yang dikira sama, multitasking juga dikira bisa membuat seseorang bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Tapi, ternyata, penelitian yang dilakukan Universitas Stanford menjelaskan bahwa, multitasking tidak lebih produktif daripada mengerjakan satu hal pada satu waktu. Ketika mengerjakan beberapa hal bersamaan, otak menjadi tidak fokus, lebih cepat lelah, dan hasilnya tidak akan maksimal.

Kalian bisa mengerjakan hal yang sifatnya penting mendesak yang sudah kalian buat di to-do-list beserta dengan deadline yang sudah kalian atur sendiri. Nah, itu lah tadi beberpa hal yang bisa kalian lakukan untuk membantu mengelola waktu kalian.

3. Skill Networking

networking suatu skill yang sangat penting untuk masa depan

Skill yang ketiga adalah Networking. Networking adalah bagaimana kalian bisa membangun dan menjaga hubungan baik dengan orang lain dalam jangka waktu panjang dan saling menguntungkan.

Punya skill networking itu penting karena bisa membuka peluang baru, menyelesaikan masalah, atau mendirikan bisnis bersama. Skill ini bisa dilatih sejak kalian masih sekolah dan kuliah. Misalnya dengan ikut organisasi seperti Himpunan Mahasiswa, BEM, atau ikut kepanitiaan yang bisa bikin kalian terbiasa bertemu banyak orang, bekerja sama dengan orang, bertukar ide, dan bersosialisasi.

Kalau mau punya skill networking yang luas, kalian harus berani membuka diri, berani ngajak kenalan, buka obrolan, dan mau menerima perbedaan perspektif. Kalau menutup diri, lingkaran jaringan kalian akan lebih kecil daripada mereka yang mau membuka diri kepada orang baru. Lalu, kayak gimana, sih, cara membangun networking itu?

  • Ketahui Tujuan Kalian

Sebelum membangun networking, kalian harus tahu dulu kalian mau masuk ke networking yang mana, bidang apa yang ingin kalian tekuni, siapa yang ingin kalian kenal, bagaimana cara kenalannya, dan lainnya.

Misalnya, kalian adalah fresh graduate dan sedang cari kerja. Kalian mau masuk ke dalam circle yang di dalamnya bisa saling bertukar informasi lowongan pekerjaan, tips bikin CV, dan tips-tips cari kerja lainnya.

Dengan tahu tujuan, kalian jadi punya gambaran kira-kira siapa saja yang bisa kalian ajak untuk jadi relasi, apakah kakak tingkat waktu kuliah, mantan atasan waktu magang, atau teman seangkatan yang sudah dapat kerja duluan. Setelahnya, pilih cara untuk kenalan dengan orang-orang ini. Melalui direct message media sosial, email, atau melalui teman.

  • Masuk dalam Komunitas

Komunitas biasanya berisi sekumpulan orang dengan minat, hobi, atau tujuan yang sama. Buat kalian yang sedang cari kerja, kalian bisa join ke grup lowongan kerja, misalnya. Di dalamnya pasti akan ada banyak info lowongan pekerjaan, tips membuat CV, cover letter, cara mengirim email lamaran kerja, dan lainnya.

Di dalamnya juga ada banyak jobseeker yang bisa kalian ajak diskusi atau sekedar berbagi cerita seputar pencarian kerja duniawi ini.

  • Bina hubungannya

Kalau sudah kenal dan masuk jaringan, langkah selanjutnya adalah membina agar hubungan itu tetap baik dan bisa saling menguntungkan. Kalau ada diskusi, jangan hanya pasif, tapi usahakan ikut memberi saran, pendapat, atau minimal dengarkan. Kalau ada yang butuh bantuan, jangan ragu untuk menawarkan bantuan kalau kalian bisa.

4. Skill Menulis

Skill yang keempat adalah kemampuan menulis. Skill Menulis adalah kemampuan dasar yang diajarkan bahkan dari sebelum masuk TK. Selama sekolah dan kuliah, kamu belajar beragam tulisan seperti esai, bikin cerita, naskah pidato, pantun, makalah, sampai akhirnya nulis skripsi.

Tapi, tetap saja ada hal-hal seputar skill tulis-menulis yang tidak kalian dapatkan dari sekolah, yaitu etika. Misalnya, cara menulis email lamaran kerja, cara berkirim pesan dengan dosen, dan lainnya. Ini penting untuk kalian pelajari dan kuasai khususnya ketika bekerja.

Apapun pekerjaan kalian, pasti ada kegiatan tulis-menulis di dalamnya. Seperti laporan keuangan, press release, naskah berita, naskah iklan, proposal kegiatan, laporan tahunan, email marketing, atau sesederhana berkirim pesan sehari-hari. Maka dari itu Skill ini harus kalian kuasai untuk kedepannya.

Skill menulis ini jadi penting karena bisa memengaruhi cara berkomunikasi di dunia profesional. Kalau bisa menulis dengan baik, berarti kalian bisa menuangkan pikiran atau gagasan ke dalam bahasa tulisan yang bisa dipahami oleh orang lain.

Maka, komunikasi, pekerjaan, atau hal lain yang berhubungan dengan menulis bisa kamu selesaikan dengan baik. Adapun kemampuan yang perlu kamu kembangkan untuk bisa menulis dengan baik : 

  • Berfikir runut

Berpikir runut berarti tahu bagaimana membuat alur tulisan yang baik. Mulai dari membuat pembuka, isi, dan penutup. Alur ini bisa membuat sebuah tulisan jadi lebih enak dibaca dan mudah dipahami. Menulis tanpa alur yang jelas bisa membuat tulisan jadi tidak terarah dan tidak fokus pada satu materi.

  • Skill berlogika

Skill ini membuat kalian bisa mengembangkan dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan dengan urutan yang jelas dan logis. Menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dan hubungan tiap paragraf menjadi kesatuan yang didukung dengan data, fakta, penalaran dan kesimpulan agar bisa dipahami orang lain.

Skill berlogika juga bisa membuat kalian tahu bahwa setiap penulisan dengan audiens, tujuan, dan kepentingan yang berbeda punya cara menulis yang berbeda.

Misalnya, menulis copy untuk media sosial, maka kalimatnya harus ringkas, persuasif, dan catchy. Akan berbeda dengan menulis untuk artikel blog atau website. Tulisannya harus detail, informatif, edukatif, menjawab pertanyaan pembaca, dan lainnya.

  • Berbahasa

Skill berbahasa adalah skill menggunakan bahasa yang mencakup menulis, membaca, berbicara, dan menyimak. Dengan punya skill menulis, kalian bisa memilih dan menyusun kosa kata, kalimat dan paragraf menjadi satu kesatuan informasi yang utuh. Pesan yang ingin kalian sampaikan akan ditangkap sama oleh pembaca kalian. Jadi kalian dan pembaca akan punya pemahaman yang sama mengenai sebuah tulisan.

5. Skill Memimpin (Leadership)

setiap orang harus memiliki skill ini untuk masa depan

Sewaktu sekolah dahulu, kita bisa menghindari untuk jadi pemimpin, tapi nggak dengan masa depan.

Skill kepemimpinan tidak hanya harus dimiliki oleh ketua, CEO, atau pemimpin besar lainnya. Setiap orang harus punya skill ini, minimal untuk memimpin diri sendiri. 

Dalam hidup, kita dihadapkan dengan banyak pilihan, yang mana setiap pilihan pasti punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya pilihan untuk melakukan apa setelah lulus kuliah, apakah mau lanjut kuliah, bekerja atau memulai bisnis.

Nah, dalam memimpin diri sendiri, Skill untuk mengambil suatu keputusan itu penting. Kalian harus mempertimbangkan keputusan mana yang akan kalian pilih, yang punya risiko paling kecil dan paling bisa kalian jalani. 

Kalau kalian tidak bisa mimpin diri sendiri, kalian akan kebingungan tentang apa yang harus kalian lakukan, apa yang harus kalian capai, bagaimana cara mencapainya, dan lainnya. Ada tiga hal yang kalian perlu tahu untuk bisa mengambil keputusan dengan lebih baik :

  • Pahami masalah yang dialami

Sebelum akhirnya bisa mendapat solusi untuk sebuah masalah, kalian harus tahu dan paham dulu apa masalahmu.  Misalnya, kalian adalah mahasiswa tingkat akhir yang sudah selesai sidang skripsi dan sedang menunggu wisuda tapi bingung setelah ini harus ngapain. Kalian bisa mengumpulkan informasi apa saja yang bisa dilakukan seorang fresh graduate setelah kuliah. Bisa dari pengamatan, orang lain, atau hasil searching di internet.

Anggap saja setelah itu kalian akhirnya dapat 3 hal yang bisa kalian lakukan yaitu : langsung bekerja, lanjut S2, atau merintis bisnis. Setelah itu, batasi pilihan yang ada, ambil pilihan yang benar-benar ingin kalian jalani salah satunya. Setelahnya jabarkan secara rinci kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap pilihan.

  • Jabarkan masing masing pilihan

Dalam membuat keputusan, mungkin kalian akan dihadapkan dengan beberapa pilihan. Misalnya, setelah lulus kuliah S1, kalian punya pilihan untuk bekerja atau lanjut S2. Jabarkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan. Tuliskan juga apa saja yang harus kalian lakukan ketika memilih salah satunya.

Misalnya kalian memilih langsung bekerja, maka risiko yang harus kalian hadapi adalah mengalami waktu yang tidak pasti sampai dapat kerja dan rencana S2 tertunda. Tapi kalau kalkian langsung bekerja, kalian bisa punya pengalaman. Di pertengahan waktu kerja, kalian bisa lanjut S2 untuk menunjang jenjang karier. Kalau sudah kerja, kalian bisa lanjut S2 dengan biaya sendiri.

Jabarkan serinci mungkin kelebihan, kekurangan, dan kemungkinan-kemungkinan dari masing-masing pilihan agar kalian bisa memilih yang paling tepat menurut kalian.

  • Diskusikan dengan orang lain

Jika ternyata setelah menjabarkan masing-masing pilihan kalian masih tetap bingung, coba ajak orang lain untuk diskusi. Kalau bisa dengan mereka yang punya pengalaman yang sama.

Sampaikan masalah dan pilihan-pilihan solusi yang sudah kalian jabarkan. Kemudian tanya dari sudut pandangnya. Minta dia untuk menceritakan pengalamannya dulu beserta apa saja yang didapatkan dari keputusan yang diambil.

Dengan diskusi ini, kalian akan mendapat cara berpikir yang objektif, berbeda, dan mendapat insight dari sudut pandang yang berbeda, yang mungkin bisa memengaruhi kalian dalam memutuskan pilihan. 

Meskipun tidak diajarkan di bangku sekolah atau kuliah, 5 skill ini penting untuk kalian pelajari buat masa depan kalian. Kalau belajar sendiri dirasa susah, kalian bisa coba ikut pelatihan online dari Eny Kusrini. Di Eny Kusrini, kalian bisa memilih kelas pelatihan sesuai dengan skill yang ingin kalian pelajari atau kembangkan. Kalian akan belajar bersama instruktur yang ahli di masing-masing bidang.

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping