Blog

Ketahui 4 Jenis Pola Asuh Anak: Inspiring Parenting

jessica-rockowitz-5NLCaz2wJXE-unsplash (2) (1)
Edukasi

Ketahui 4 Jenis Pola Asuh Anak: Inspiring Parenting

Memiliki anak adalah anugerah dari yang Maha Pencipta. Ketika pasangan suami istri memiliki anak, tugas dan tanggung jawab mereka adalah mengasuk, mendidik, serta melindungi anaknya. Menjalankan peran sebagai orang tua bukan hal yang mudah. Pada proses membesarkan anak menerapkan pola pengasuhan yang tepat sangat penting.

Pola asuh memiliki pengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak. Dalam dalam teori Psikoanalisa Sigmund Freud menyatakan bahwa perkembangan kepribadian seorang anak dipengaruhi oleh apa yang di terima pada usia 0-6 tahun atau yang disebut masa golden age. Keluarga yang khususnya orang tua merupakan lingkungan pertama anak belajar. Dalam proses perkembang,  anak mempelajari dari apa yang mereka lihat dan tersimpan dalam memorinya.

Setiap keluarga memiliki perbedaan dalam menerapkan pola asuh kepada anak-anaknya.  Pada dasarnya pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya bertujuan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik. Orang tua mengiginkan yang terbaik untuk anaknya.

Sebelum membahas lebih jauh, para pembaca perlu untuk mengetahui apa itu pengasuhan.

Menurut wong (2001) Pengasuhan adalah suatu proses interaksi antara orang tua  dengan anak untuk mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual, serta spiritual anak.

Jenis-Jenis Pola Asuh

Ada beberapa jenis pola asuh dalam mengasuh anak. Mungkin ada dari beberapa dari orangtua yang tidak tau dengan istilah atau jenis pola asuh yang diterapkan. Yuk simak jenis-jenisnya berikut:

1. Pola Asuh Demokratis

Tanda pola pengasuhan demokratis yaitu adanya sikap orangtua yang disiplin, menghargai dan mendengarkan anak, memberikan pengarahan, serta tidak selalu tergantung pada orang tua. Pada tipe demokratis orang tua juga memberikan memberikan kebebasan kepada anak dan kedisiplinan secara bersamaan. Kebebasan yang diberikan kepada anak merupakan kebebasan yang mampu dipertanggungjawabkan. Sehingga anak berlatih untuk bertanggung jawab dengan pilihannya.

Penerapan pola asuh demokrasi memberi kesempatan anak untuk belajar banyak hal
Penerapan pola asuh demokrasi memberi kesempatan anak untuk belajar banyak hal

Pengasuhan demokratis memiliki komunikasi dua arah yang baik, dimana orangtua dan anak harus saling berbagi informasi atau saling menyampaikan pendapat. Sehingga ketika ada keinginan atau pilihan yang tidak sesuai dengan norma orang tua berperan untuk memberikan penjelasan kepada anak terkait hal tersebut. Anak juga akan terbiasa melatih kepercayaan dirinya.

2. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter ditandai dengan adanya aturan dan hukuman yang berlaku. Gaya pengasuhan otoriter adalah pengasuhan dimana orangtua yang menentukan segala aturan untuk anak, dengan kata lain orang tua adalah pemimpin. Pada pola pengasuhan otoriter orang tua lebih keras dan diskriminasi karena anak tidak diberi ruang atau kesempatan untuk mengekspresikan diri.

Pola asuh otoriter dapat membuat anak tertekan
Pola asuh otoriter dapat membuat anak tertekan

Dalam perspektif orangtua, apa katakana orangtua adalah benar dan orangtua lebih mengetahui daripada anak. Biasanya orang tua yang menerapkan gaya pengasuhan otoriter biasanya karena gaya pengasuhan yang sama ketika kecil.  Dampak negatif dari orang tua tipe otoriter yaitu anak belajar agresivitas, merasa tidak diakui, serta tidak mampu mengekspresikan diri. Penelitian yang dilakukan oleh Kurniati tahun 2019 pada siswa SMP Negari 2 Medan membuktikan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh positif terhadap perilaku agaresi siswa.

Ciri-ciri pola asou otoriter : orang tua memiliki kekuasaan yang dominan; anak tidak diakui sebagai pribadi; kontrol terhadap tingkah laku anak sangat ketat; orang tua menghukum anak jika tidak patuh.

3. Pola Asuh Permisif

Orangtua tipe permisif adalah gaya pengasuhan yang memanjakan anak, memberikan kebebasan tanpa batas pada anak, serta tidak ada tuntutan. Tidak ada aturan yang berlaku dan mendisiplinkan anak dalam pengasuhan tipe ini. Sehingga anak tidak dapat mengontrol perilakunya, semua yang dilakukan sesuai dengan yang diinginkan tanpa memperhatikan norma. Salah satu dampak negatif dari pengasuhan permisif yang sering dijumpai adalah keinginan anak yang harus dipenuhi. Anak cenderung abai dengan kondisi dari lingkungan sekitarnya.

Ciri-ciri pola asuh permisif yaitu: anak menjadi lebih dominan; orang tua memberikan kebebasan penuh kepada anak; orang tua tidak terlibat dalam membimbing dan mengarahkan anak; orang tua sangat kurang dalam mengontrol dan memperhatikan perilaku anak.

4. Pola Asuh Uninvolved

Pola asuh tidak terlihat adalah gaya pengasuhan dimana orang tua tidak responsif terhadap anak. Orangtua tidak memenuhi kebutuhan fisik maupun psikologis anak.pengasuhan uninvolved terjadi karena masalah psikologis orangtua atau akibat ketergantungan zat-zat adiktif. Penerapan pengasuhan uninvolved sangat jarang terjadi di masyarakat.

Baca juga: Amazing! Ini Dia 5 Buku Bacaan untuk Menambah Motivasi Hidup yang Wajib Kamu Baca!

 Faktor -Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Pola Asuh

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua menurut Hurlock (1999), yaitu:

  1. Kepribadian orang tua

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian seseorang berkaitan dengan intelegensi, emosi, penyerapan informasi, serta aspek-aspek lainnya. Adanya berbagai karakteristik tersebut juga mempengaruhi pengetahuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak.

  1. Keyakinan 

Kuatnya keyakinan yang dimiliki orang tua berpengaruh terhadap keterbukaan pikiran dalam menerima informasi yang baru. Nilai-nilai yang dianut membuat orang terbiasa dengan pemikiran mereka sendiri. 

  1. Pola Asuh yang diterima sebelumnya

Menerapkan pola asuh terdahulu pada keturunan berikutnya merupakan gaya pengasuhan yang salah. Setiap generasi memiliki zaman yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan. Beberapa hal bisa diambil dari metode pengasuhan terdahulu seperti cara mendisiplinkan, jika melakukan kesalahan diberikan hukuman. Tetapi, orang tua harus ingat bahwa hukuman yang diberikan tidak sama dengan apa yang Anda terima. Hukuman yang diberikan disesuaikan dengan keadaan sekarang. 

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping