Blog

Alluring! 5 Tantangan Menjadi Mentor Yang Harus Dihadapi

kobu-agency-7okkFhxrxNw-unsplash (1)
Pengembangan diri HR and L&D

Alluring! 5 Tantangan Menjadi Mentor Yang Harus Dihadapi

Seorang mentor sebagai profesional pada bidangnya tentu memiliki tugas dan tanggung jawab. Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya mentor berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan. Pada saat proses mentoring seorang mentor tentu akan menghadapi tantangan. Tantangan yang dihadapi seorang mentor tentu bermacam-macam.

Setiap menjalankan program mentoring seorang mentor akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang berbeda dan kepribadian mentee yang berbeda-beda juga. Hal tersebut dapat menjadi faktor yang menjadi pemicu munculnya tantangan menjadi mentor. Pada dasarnya mentor dibutuhkan untuk memberikan solusi dengan tujuan menyelesaikan masalah mentee.

Menjadi mentor bukanlah hal mudah selain harus menjadi seorang yang berpfesioanal, mentor juga menghadapi berbagai tantang lainnya.

Tantangan Menjadi Mentor

1.       Penetapan tujuan

Dalam membagun sebuah karir atau bisnis menentukan tujuan harus jelas. Kejelasan tujuan mentee membantu mentor lebih mudah dalam melakukan tugasnya sebagai pembimbing. Namun, tidak sedikit mentee yang masih bingung dengan tujuan atau arah yang ingin mereka capai.

Diawal proses mentor harus menentukan kejelasan tujuan organisasi. Keterbukaan mentee dalam berkomunikasi akan sangat membantu mentor. Mentor dapat menggunakan teknik SMART, yang artinya tetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan tepat waktu.

2.       Menguasai atau mendominasi

Seorang mentor yang berperan sebagai pembimbing tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dibandingkan dengan mentee. Tantangan  yang dihadapi mentor sebagai pembimbing adanya sikap mendominasi cenderung menonjol sehingga terkesan negatif dimata mentee. Di awal proses setelah kesepakatan, kedua belah pihak harus saling mengenal. Sehingga tidak ada kesan saya pembimbing, kamu yang dibimbing, dan mentee tetap menghormati mentornya. Mentor dan mentee  juga dapat saling menyesuaikan.

Tantangan menjadi mentor dapat dibuktika berdasarkan hasil penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Drs. Jean Rhodes and David DuBois menyatakan bahwa 14% mentor kesulitan untuk membangun hubungan dengan mentee. Pada dasarnya hubungan mentor dan mentee yang sebenarnya adalah dua orang yang bekerja sama atau saling membutuhkan. Terjalinnya hubungan kerja sama yang positif atau saling menguntungkan menentukan solusi yang mencapai tujuan yang disepakati, walaupun di atas kontrak.

3.       Harapan mentee yang terlalu tinggi

Kehadiran mentor sangatlah penting bagi seseorang yang baru memulai atau yang pernah gagal. Agar karir atau bisnisnya sukses adanya mentor memberikan harapan yang baru untuk mentee. Tidak salah ketika mentee manruh harapan atau ekspektasi kepada mentor. Itu sebuah hal yang biasa karena peran mentor membimbing serta menyelesaikan masalah.

Dalam proses implementasi rancangan solusi yang telah disusun tentu tidak berjalan dengan mudah, karena ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi baik faktor internal maupun eksternal. Ketika mentee tidak mampu menerima atau diluar ekspektasi dari apa yang terjadi, ini menjadi tantangan bagi mentor. Sehingga mentor juga harus berperan sebagai pendukung agar motivasi mentee tidak hilang.

4.       Kurangnya support finansial

Masalah yang dihadapi setiap mentee tentu memiliki perbedaan. Sehingga mentor harus mampu menyesuaikan keadaan dan situasi dari mentee. Masalah yang sering dijumpai dalam membangun sebuah bisnis adalah dana atau masalah finansial. Masalah finansial merupakan masalah paling penting yang harus dipertimbangkan karena berpengaruh terhadap planning dan juga implementasi.

Pada proses mentoring seorang mentor harus menentukan rancangan solusi yang berdasarkan dana yang ada. Ketika mentor menentukan solusi terbaiknya tetapi dana yang ada tidak cukup, solusi tersebut tidak dapat diimplementasikan. Dalam masalah ini, mentor harus menyiapkan rancangan solusi yang tepat. Sehingga mentee dapat percaya kepada mentor.

5. Umpan balik

Sangat penting bagi mentor untuk mendengarkanumpan balik dan juga perspektif lain dari mentee atau peserta mentor, atau dari pihak-pihak lainnya. Dalam hal ini, posisi kedua belah pihak sangat berpengaruh. Banyak mentee yang takut untuk menyampikan pendapat karena mentor memiliki posisi diatas mentee. Tidak salah jika mentor mendengarkan dan mempertimbangkan bagaimana umpan balik dari mentee karena ini menentukan jalan yang ditempuh.

Agar mencapai solusi dan tujuan dalam membangun sebuah organisasi atau bisnis keterbukaan pikiran memandang perspektif secara luas akan memberikan banyak masukan dan ide yang berguna. Adanya umpan balik juga membutikan bahwa ada hubungan yang positif antara mentor dengan mentee. Sehingga kerja sama terjalin dengan baik dan saling menguntungkan.

Baca juga: Intriguing! Perkembang E-Commerce Di Indonesia serta 5 Faktor dan Manfaatnya

Comment (1)

  1. […] Alluring! 5 Tantangan Menjadi Mentor Yang Harus Dihadapi […]

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping